Home / HEADLINE / Bagaikan Polisi Sungguhan Bawa Pistol dan Borgol, Begitu Ditangkap Rupanya Polisi Gadungan

Bagaikan Polisi Sungguhan Bawa Pistol dan Borgol, Begitu Ditangkap Rupanya Polisi Gadungan

LiputanMedan : Seorang pria berinisial PKH (27) warga Jalan Saudara, Gang Saudara, Kecamatan Medan Kota harus berhadapan dengan polisi sungguhan dari Polrestabes Medan. Pasalnya pria yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Medan, mengaku sebagai anggota polisi yang bisa mengeluarkan tahanan narkoba dari dalam sel, Senin (8/5/2017).

Menurut informasi yang diperoleh, penangkapan PKH berawal saat petugas Piket Penjagaan Mapolrestabes Medan dan Piket Provost, yakni Bripka Dodi SP, Aipda Suhaidir Barus, Bripka M Simangunsong dan Aipda Gomgom Opusunggu, menerima laporan dari korban kasus dugaan penipuan, FN (39).

Usai menerima laporan warga Pajak Melati, Nina Flamboyan House, Gang Harahap, Kecamatan Medan Sunggal, petugas langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap PKH.

Ternyata PKH memang mengaku sebagai anggota polisi dari Sat Narkoba Polrestabes Medan. Polisi gadungan ini menipu korbannya dengan meminta sejumlah uang untuk ‘biaya’ pembebasan tahanan.

Kasusnya bermula saat anak korban FN, TT, ditangkap petugas Polsek Medan Sunggal pada pada 24 April 2017 lalu di Pondok Batuan, Jalan Raharja, Sunggal.

Baca Juga:  Rapat Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Petisah Priodesasi 2017-2020

Esoknya, PKH menyamar sebagai anggota polisi yang bertugas di Sat Narkoba Polrestabes Medan, mendatangi korban FN. Tampilannya sangat meyakinkan, selain mengenakan seragam polisi lengkap dan membawa pistol, mahasiswa itu juga menunjukkan KTA (kartu tanda anggota) Polri.

Kepada korban, PKH mengatakan bisa mengurus kasus TT dan mengeluarkannya dari sel Polsek Medan Sunggal. Tapi tak gratis, PKH meminta biaya sebesar Rp 6,5 juta. Karena yakin dengan penampilan PKH, korban pun terpedaya dan memberikan uang tersebut.

“Anak saya, ditangkap Polsek Medan Sunggal karena kasus narkoba dan si PKH ini ngakunya bisa mengurus. Tapi setelah saya desak, pelaku selalu menghindar,” ujar FN.

Karena anaknya tak keluar sel juga, sementara uang telah diberikan, korban mulai curiga PKH cuma polisi gadungan. Akhirnya ia melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan.

Saat diperiksa, PKH mengaku seragam polisi yang dipakainya milik abangnya yang anggota Polri. Dia mengaku memakai seragam itu tanpa sepengetahuan abangnya. “Itu baju abang saya,” kata PKH saat diperiksa petugas SPKT Polrestabes Medan.

Baca Juga:  Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, Polisi Medan Senam Bersama di Kp Sejahtera

Ia juga mengaku telah dua kali melakukan penipuan dengan modus yang sama. Sebagian uangnya ia gunakan untuk membeli narkoba dan foya-foya. “Saya pakai narkoba juga, sudah enam bulan,” tambahnya.

Dari tangan pemuda nekat ini petugas menyita sejumlah barang bukti, yakni 1 pucuk senjata air soft gun jenis Revolver Colt, 1 buah borgol, 1 buah HT, 1 buah HP merk Blackberry, sepasang kunci borgol, 2 buah cincin, 1 buah dompet berisi identitas pelaku dan identitas orang lain, 1 map berkas dokumen pengurusan dan uang Rp 4.465.000.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Daniel Marunduri SIK SH ketika dikonfirmasi mengaku tidak kenal dengan polisi gadungan tersebut. Bahkan dirinya juga kesal karena polisi gadungan itu telah mencatut namanya.

“Saya tak kenal dan itu jelas-jelas telah menjual nama saya,” tegas Kompol Daniel Marunduri. (LM-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *